Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat peningkatan minat terhadap teknik pertanian kuno sebagai alternatif pertanian industri modern yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Salah satu praktik yang mulai populer adalah panenjp, metode budidaya padi tradisional yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu.
Panenjp, yang berasal dari Jepang, melibatkan penanaman bibit padi langsung ke lahan yang tergenang air tanpa membajak tanah terlebih dahulu. Istilah “panenjp” diterjemahkan menjadi “penyemaian langsung” dalam bahasa Jepang, dan praktik ini dikenal karena kemampuannya meningkatkan hasil padi sekaligus mengurangi penggunaan air, tenaga kerja, dan bahan kimia.
Berbeda dengan penanaman padi konvensional, yang melibatkan pemindahan bibit dari persemaian ke lahan yang tergenang air, panenjp menghilangkan kebutuhan akan persemaian dan proses pemindahan yang memakan banyak tenaga. Sebaliknya, benih padi disemai langsung ke tanah yang tergenang air, tempat benih tersebut berkecambah dan tumbuh menjadi tanaman dewasa.
Salah satu manfaat utama panenjp adalah potensi penghematan air. Dengan menghilangkan kebutuhan untuk menggenangi sawah secara terus-menerus, panenjp dapat mengurangi penggunaan air hingga 50% dibandingkan dengan metode budidaya padi tradisional. Hal ini sangat penting terutama di wilayah yang mengalami kelangkaan air atau menghadapi dampak perubahan iklim.
Selain menghemat air, panenjp telah terbukti meningkatkan kesehatan tanah dan keanekaragaman hayati. Dengan menghindari membajak dan mengolah tanah, panenjp membantu melestarikan struktur tanah dan mengurangi erosi. Praktik ini juga mendorong pertumbuhan mikroorganisme dan serangga bermanfaat, yang dapat membantu mengendalikan hama dan penyakit tanpa memerlukan pestisida kimia.
Selain itu, panenjp terbukti meningkatkan hasil panen padi dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap tekanan lingkungan. Penelitian telah menunjukkan bahwa panenjp dapat menghasilkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan metode tradisional, terutama di daerah dengan kualitas tanah yang buruk atau akses terbatas terhadap bahan baku seperti pupuk dan pestisida.
Seiring dengan meningkatnya minat terhadap pertanian berkelanjutan, panenjp diadopsi oleh para petani di seluruh dunia sebagai alternatif yang layak dibandingkan budidaya padi konvensional. Di Jepang, pemerintah telah mempromosikan panenjp sebagai bagian dari upayanya untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi dampak produksi beras terhadap lingkungan.
Secara keseluruhan, panenjp mewakili pendekatan pertanian menjanjikan yang menggabungkan kearifan tradisional dengan ilmu pengetahuan modern untuk menciptakan sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan berketahanan. Dengan menerapkan praktik kuno seperti panenjp, kita dapat berupaya menuju masa depan yang lebih berkelanjutan bagi pertanian dan bumi secara keseluruhan.
